Jual suvenir, kawasan wisata
Musim liburan kemarin ramai terus, tiap hari ada saja yang beli gantungan kunci dan kaos. Pas akhir bulan dihitung ulang bersama suami, separuh lebih uang masuk itu ternyata balik lagi untuk beli bahan dan ongkos kirim dari kota sebelah.
Nasi goreng gerobak, malam hari
Kas di laci selalu penuh saat tutup lapak jam satu pagi. Tapi begitu ditanya suplier soal utang gas dan beras bulan ini, baru sadar tidak ada catatan yang bisa ditunjukkan, hanya mengandalkan ingatan.
Warung Madura, buka 24 jam
Buka nonstop, laku terus dari rokok eceran sampai galon. Sampai suatu hari modal menipis dan harus memilih barang mana yang distok ulang duluan, baru kepikiran tidak pernah tahu produk mana yang sebenarnya paling untung.
Cerita-cerita ini bukan untuk menakut-nakuti. Hanya pengingat kecil bahwa ramai di depan dan sehat di catatan itu dua hal yang berbeda.